Minggu, 23 Oktober 2016

#MUDABIKINBANGGA

Cantik, muda, energik, dam sukses, itulah kesan pertama yang timbul ketika pertama kali melihat Merry Riana. Saat ini siapa sih yang tak kenal sosok Merry Riana yang sudah benar-benar dikenal kesuksesannya meraup penghasilan hingga satu juta dolar Amerika, di usia yang terhitung muda untuk seseorang dengan penghasilan yang fantastis.

Milyarder asal Jakarta yang berusia 26 tahun ini selalu terlihat bersemangat ketika diminta untuk berbagi cerita dihadapan ribuan orang mengenai lika-liku kehidupannya di negeri orang, hingga ia dapat mencapai kesuksesan dan mencapai puncak ketenaran seperti saat ini.

Merry, begitu kerap ia disapa, mengaku jika ia amat bersyukur kepada Tuhan bahwa saat ini ia dapat mendulang keberhasilannya di usia muda dengan penghasilan satu juta dolar ditangannya. Namun kesuksesan yang ia raih saat ini tidak semata-mata ia dapatkan dengan mudah dan cepat, sebab dibalik itu semua, terselip kisah perjuangan yang cukup pahit dan cukup membekas di hati serta menjadi pengalaman paling berharga dalam mnggapai kesuksesannya. Ia juga mengatakan mungkin banyak orang mengasumsikan kekayaan dan kesuksesan yang ia peroleh diusia muda ini ia dapatkan dengan mudah karena orang tua saya yang kaya. Namun itu salah, sebab keluarga Merry bukanlah konglomerat, ungkapnya.
Sebaliknya ia mengungkapkan bahwa dirinya tinggal dan dibesarkan dalam sebuah keluarga yang harus menenggak keprihatinan. Berasal dari keluarga sederhana dengan kondisi keuangan yang pas-pasan, dan tak pernah terbesit sedikitpun dalam benak Merry bahwa ia bisa sekolah ke Singapura. Namun inilah awal titik perjalanan di mana kesuksesan Merry mulai diukir dan perjalanan panjangnya dimulai.






Kisah Hidup Merry Riana

Merry Riana lahir di Jakarta pada tanggal 29 Mei tahun 1980. Merry lahir dari keluarga yang bisa dibilang cukup sederhana. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga sementara ayahnya adalah seorang pebisnis. Dalam keluarga Merry adalah anak sulung dengan 3 saudara. Menjadi anak sulung atau anak pertama, tentunya menjadi tumpuan dan harapan untuk orangtuanya. Dan hal tersebut disadari betul oleh Merry Riana.

Selepas menyelesaikan pendidikan menengah atas, Merry remaja memiliki cita-cita sebagai seorang insinyur teknik dan berencana melanjutkan studinya ke Universitas Trisakti dengan mengambil jurusan Teknik Elektro. Namun dikarenakan pada saat itu keadaan ibu kota sedang carut marut akibat krisis moneter dan kerusuhan ditahun '98, orangtua Merry merasa khawatir dengan keselamatan anaknya. Dan sebagai usaha untuk menyelamatkan anaknya, ayah Merry memutuskan untuk mengirim Merry ke Singapura untuk melanjutkan studi di sana, dengan harapan Merry bisa memutuskan mengambil pendidikan di Nanyang Technological University (NTU) dengan mengambil jurusan Electrical dan Electronics Engineering (EEE).

Untuk menggapai cita-cita dan impian besar memang mahal harganya, perjuangan keras dan ketekunan adalah harga yang harus dibayar untuk semua itu. Menggapai impian memang tidak  pernah semulus dengan apa yang dibayangkan. Itupun yang dialami oleh Merry, perjuangannya menggapai mimpi yang di cita-citakan mengalami banyak cobaan dan masalah yang cukup besar. Kurangnya persiapan yang matang untuk belajar dan melanjutkan studi ke luar negeri membuat Merry mengalami kegagalan dalam tes bahasa asingnya. Namun sebagai anak yang mandiri, hal ini tidak lantas menyerah dan ingin pulang. Justru sebaliknya hal ini membuat Merry memutar otak dan berusaha lebih keras, apalagi mengingat biaya sekolah dan biaya hidup tidaklah murah. Hal ini membuat Merry harus memutar otak untuk mencari biaya tambahan lain.


Ia sempat mencari pinjaman uang untuk kehidupan sehari-harinya, bukan saja itu untuk menopang kebutuhan hidupnya tapi untuk biaya sekolahnya juga. Merry sempat menjadi seorang penyebar pamflet di jalanan, menjaga kios, hingga menjadi pelayan hotel pernah dijalaninya untuk tetap bisa bertahan. Ia percaya bahwa setiap rintangan pasti ada jalan keluarnya dan pasti bisa dilalui.

Kehidupan yang sulit di Singapura memang benar-benar menempa mentalnya. Ia tak jarang harus mera menahan rasa laparnya dan melakukan banyak kerja samping yang sebenarnya cukup berat jika dikerjakan terus menerus. Namun semuanya tidak membuat semangatnya sirna dan berputus asa. Bahkan pada ulang tahun yang ke-20 ia mendesak dirinya untuk membuat sebuah resolusi meski di tengah keterbatasannya. Resolusi yang ia buat diantaranya ia harus memiliki kebebasan finansial sebelum menginjak usia ke 30 yang berarti, ia harus menjadi orang yang sukses.

Selepas dari proklamir resolusinya, Merry mulai mencoba untuk berbisnis. Beberapa peluang bisnis sudah pernah ia jalani, mulai dari MLM produk, jasa pembuatan skripsi, hingga dengan bisnis saham yang nyatanya malah menyeretnya pada kegagalan besar dimana ia harus merelakan uang modal $10.000 raib. Bisa dikatakan, Merry sudah kenyang dengan kegagalan dan penolakan hingga ia hampir terpuruk dan terjatuh.

Namun kesuksesan sejati dibangun dari kegagalan dan keterpurukan yang pernah dialami sehingga hal ini tidak membuat Merry lantas berhenti berjuang. Titik balik kehidupan Merry terjadi selepas ia menamatkan studinya dengan mencoba peluang bisnis keuangan. Pada awalnya teman dan rekan-rekan Merry banyak yang meragukannya bahkan ia harus mengawali bisnisnya dengan begitu keras.

Namun hal ini terus dilakukannya dan membuat semangatnya tidak lantas padam. Perlahan namun pasti Merry berhasil menjual sedikit demi sedikit produk keuangannya seperti asuransi, kartu kredit, tabungan dan lain-lain. Hingga pada akhirnya di tahun 2003 ia di nobatkan sebagai salah satu agen perusahaan terbaik di tempat kerjanya.

Dan salah satu yang semakin melambungkan namanya adalah ketika Merry mendirikan MRO (Merry Riana Organization). MRO adalah badan yang bergerak dalam pemberdayaan wanita dan anak-anak. Bukan hanya itu, lewat badan yang dibentuknya ia juga dikenal sebagai motivator yang handal.

Selain itu mimpi lain yang juga ia wujudkan adalah menulis sebuah buku best seller berjudul "Mimpi Sejuta Dolar" yang tidak disangka buku ini begitu meledak dan semakin melambungkan namanya. Dan puncak kesuksesannya adalah penghasilannya yang mendapatkan uang hingga $ 1 juta berkat usaha-usaha yang ia jalani selama ini.